ku biasakan untuk tak lagi menulis dengan emosi yang menunjukkan kekelabuan. meski dari sanalah mudah terlahir rasa dalam kata. agar tak ada selain kebahagiaan yang menjadi abadi. agar hanya kebahagiaan yang mengabadi.

adakah yang dulu pandai merangkai kata
kini kelu, kaku
bagaikan bisu
ada rasa yang ingin keluar
menjadi barisan kata
namun tak terlayarkan
hanya merasa saja

Darahku terbuat dari keringat ayah yang pulang kerja larut malam dan air mata ibu yang berdoa sebelum pagi — (via karizunique)

(via auliasaurus)

Ia marah karena ia peduli. Aku sabar karena aku sayang. — (via karizunique)

(via auliasaurus)

kadang aku ingin merasakan ‘magic’. mengalami sesuatu yang tidak masuk akal. sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak percaya pada awalnya. sesuatu yang sulit untuk dipercaya orang. sesuatu yang ‘tidak mungkin’. tapi nyata! sesuatu yang indah, aku harap. tentunya.
coba ingat ingat lagi, seberapa sering kita tertawa sendirian karena teringat sesuatu, dan seberapa sering kita menangis sendirian. seringkali kita lebih mudah berbagi kebahagiaan lalu memilih bersedih menangis sendiri. entah mengapa.
Yang aku sadari adalah aku hanya ingin dicintai seperti dulu. — Ratu Aghnia
Aku ingin mencintaimu tanpa rasa ingin memiliki. Tanpa rasa takut kehilangan setiap hari. Hingga nanti bila kau tak dapat ku miliki, atau telah pergi, dan tak bisa bersamaku lagi, aku akan tetap dapat mencintaimu sepenuh hati. Dan menjaga cintamu seperti kau tetap ku miliki. — Ratu Aghnia

Penerimaan Maaf Atas Hancurnya Hati

Penerimaan..
Atas hati yg telah dihancurkan
Yg dengan kurang ajar meminta ampunan
Seribu maafpun yang dihaturkan
Meski tau tak mudah di bayangkan
Namun satu satunya yang dapat jadi pegangan
Satu satunya yg dapat diterima
Atas penerimaan hatimu yg telah dihancurkan
Tak adalah satupun kata
Maupun usaha
Yang dapat menggantikan
Namun karna itulah hati yang tak pernah mati
Yg tak perlu diperhitungkan apa yg tlah diberi
Karena begitulah hati
Ketulusan katanya
Yang hanya Tuhan yang mampu melebihi
Yang begitu itu
Sekalipun tak kan bisa ku balas nanti
Akankah tetap sedia kau beri

Surabaya, 22 Juli 2013

Dalam Diam

Ku kecup bibirmu dengan tiap kata cinta yang membungkam. Pada hembusan angin yang membentang. Membawa jarak yang runyam. Menyampaikannya pada bibirmu yg terkatup. Mesra. Agar merengkuh tubuhmu yang angkuh menggigil pada waktu. Pada siang dan malam yang menjadi sendirimu. Agar memelukmu sembari menghangatkan hatimu. Pada rindu. Yang tak ku ucap di hadapanmu. Walau aku mau. Bukan caraku memberi tau pada teknologi yang bisu. Dengan hati saja. Ku rasa kau kan merasa. Bayangkan saja. Pejamkan dan lihat aku termenung di sana. Menginginkanmu ada.

Surabaya, 29 Juni 2013

Menunggu Waktu

Andai aku bisa bilang ‘jangan jauh jauh ta ☹ aku kesepian kalo nggak ada kamu ☹ rasanya nggak enak bgt’ dan sesungguhnya kita akan tetap jauh. Karena ini bukan masalah kemauan, tapi keadaan. Maka ku urungkan saja mengatakannya. Percuma. Lebih baik jangan mengeluh. Penantian itu bisa dibikin indah kok ☺ karena cinta itu sendiri begitu indah ☺

Untuk siapapun yang selalu menunggu, yang selalu setia dalam keadaan ‘sendirian’, yang begitu percaya pada ‘waktu’

Surabaya, 16 April 2013

Cinta

Tuhan bilang mintalah padaNya karena Tuhan senang diminta hambaNya
Maka aku selalu memasukkan namamu pada daftar permintaan untuk Tuhan
Tuhan bilang berdo’alah pada Nya maka Tuhan akan mengabulkan
Maka aku selalu berdo’a atas kebersamaan kita agar dikabulkan Tuhan
Tuhan bilang berjuanglah maka akan Aku beri apa yang kau Inginkan
Maka aku memperjuangkanmu sedemikian rupa agar kau bisa ku dapatkan
Tuhan bilang yakini apa impianmu maka kamu akan sampai ke tujuan
Maka aku yakin kamu jodohku hingga kita bisa sampai ke pelaminan
Tuhan bilang jaga dan syukurilah apa yang kamu punya sekarang karena itu adalah yang terbaik yg Aku berikan
Maka aku selalu menjaga dan selalu bersyukur atas kehadiranmu untuk aku hingga akhir hayat tiba

Terimakasih Tuhan
Terimakasih Cinta

Surabaya, 24 Maret 2013